Warga Medan Mengeluh ke Wali Kota: Jalan Rusak, PKH Tidak Tepat Sasaran, dan Masalah Keamanan

Featured Image

Suasana Harap dan Kekesalan di Kelurahan Sei Kera Hilir II

Pada hari Sabtu (2/8/2025), suasana penuh harap dan kekesalan terasa di Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan. Saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar kegiatan Sapa Warga, banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan keluhan mereka secara langsung.

Beberapa isu yang dibahas mencakup kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, distribusi bantuan sosial yang tidak merata, serta maraknya kasus kriminal di lingkungan sekitar. Berbagai masalah ini selama ini tidak kunjung mendapat perhatian yang cukup dari pihak berwenang.

Masalah Pendataan Bantuan Sosial

Salah satu topik utama yang disampaikan oleh warga adalah ketidakjelasan dalam pendataan bantuan sosial, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH). Defa Rosa, seorang warga setempat, mengeluh bahwa meskipun orang tuanya sudah didata berkali-kali, bantuan tersebut belum juga diterima.

Ia menuturkan bahwa ada nama-nama yang muncul sebagai penerima bantuan, padahal beberapa di antaranya sudah meninggal atau bahkan memiliki fasilitas seperti mobil dan rumah ber-AC. Hal ini menurutnya sangat tidak logis dan menimbulkan ketidakpuasan.

Menanggapi keluhan ini, Wali Kota Rico Waas menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan pemutakhiran data PKH agar tidak terjadi penerima tetap yang tidak layak. Ia juga memberikan solusi dengan mengimbau warga untuk mencatat nama dan alamat penerima bantuan yang tidak layak dan mengirimkannya langsung ke dirinya.

Isu Keamanan dan Narkoba

Masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) juga menjadi fokus utama dalam pertemuan ini. Ahmad Ramadhan, warga lainnya, mengeluhkan adanya banyak rumah kos yang dihuni orang-orang tak dikenal tanpa identifikasi jelas. Menurutnya, hal ini sering kali mengakibatkan tindakan kriminal yang membuat warga resah.

Ia mengusulkan pemasangan CCTV untuk membantu warga mengawasi lingkungan, serta meminta kejelasan peran Pemko Medan dalam penanganan narkoba. Wali Kota Rico menjawab dengan mengimbau agar Poskamling diaktifkan kembali dan warga wajib menjalankan sistem tamu wajib lapor.

Terkait narkoba, Rico mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah mendorong pembentukan BNN Kota Medan, karena selama ini hanya BNN Provinsi yang beroperasi.

Persoalan Lapangan Kerja

Persoalan lapangan kerja juga menjadi sorotan warga. Banyak yang mengeluhkan sulitnya mendapat pekerjaan meski sudah melamar ke banyak tempat. Wali Kota menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini lebih mengutamakan skill daripada sekadar ijazah. Untuk itu, Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan telah menyiapkan berbagai pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing pencari kerja.

Rico juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang mendorong investasi masuk ke Medan, namun proses ini membutuhkan waktu. Sementara itu, warga bisa mulai usaha mikro, yang tidak harus besar, tetapi penting untuk dimulai terlebih dahulu.

Infrastruktur dan Gotong Royong

Sebelum menyapa warga, Wali Kota Medan memantau langsung kegiatan gotong royong yang dilakukan di sepanjang Jalan M Yakub. Pembersihan drainase dan aliran sungai menjadi perhatian utama. Ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal proyek besar, tapi juga perawatan rutin yang melibatkan masyarakat.

Didampingi sejumlah pejabat OPD seperti Kadis Sosial, Kadisnaker, dan Kasatpol PP, Rico memastikan bahwa seluruh aspirasi warga akan ditindaklanjuti secara konkret.

Harapan Baru di Tengah Kegelisahan

Kegiatan Sapa Warga menjadi ajang langka yang memberi ruang bagi masyarakat menyampaikan langsung unek-unek mereka tanpa perantara. Meski banyak keluhan yang bersifat kompleks dan menahun, hadirnya Wali Kota dan jajarannya memberikan harapan baru bahwa pemerintah kota mau dan mampu membuka telinga serta bertindak.

Namun, seperti kata Rico, kunci utama tetap terletak pada kolaborasi antara warga dan pemerintah. "Kita semua ingin Medan menjadi kota yang aman, adil, dan nyaman. Tapi itu butuh kerja sama. Pemerintah bergerak, warga juga aktif menjaga lingkungan," tutupnya.