Upacara Palebon Jero Samiarsa Ibunda Wali Kota Denpasar Digelar Esok

Rangkaian Upacara Palebon Ni Jero Samiarsa di Denpasar
Pada hari Selasa, 5 Agustus 2025, masyarakat Denpasar akan mengikuti rangkaian upacara palebon yang digelar untuk Ibu dari Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara. Upacara ini bertujuan untuk memberikan penghormatan dan doa kepada almarhumah Ni Jero Samiarsa, yang meninggal dunia pada Kamis, 17 Juli 2025, setelah menjalani perawatan selama tiga hari di RSUP Prof. Ngoerah.
Rangkaian acara dimulai dengan upacara Nunas Toya Penembak yang dilaksanakan di Campuan pukul 00.01 WITA. Pada pukul 03.00 WITA, terdapat prosesi pralina di Jero Gede Penatih. Berikutnya, pukul 04.00 WITA, dilangsungkan upacara Ngutang Pering lan Nyukat Karang/Sudha Bumi juga di Jero Gede Penatih.
Di pagi hari, pukul 07.00 WITA, di Jalan Padma, Penatih, dilakukan upacara Mlaspas Pamereman yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Oka Manuaba Griya Toko. Pukul 12.05 WITA, iringan berangkat ke Setra Banjar Adat Saba, diiringi oleh Baleganjur, Angklung, dan Gender. Berbagai kelompok seperti Baleganjur Telung Barung, Baleganjur Br Pelagan, dan Baleganjur Banjar Puseh Sanur turut serta dalam mempersembahkan iringan untuk Lembu, ogoh-ogoh, dan pamereman.
Pukul 12.30 WITA, di Setra Banjar Adat Saba, dilakukan upacara Tedun Layon yang diiringi oleh Gong Pategak dan Baris Ketekok Jago dari Br Tembau Kelod. Pukul 13.00 WITA, di setra dilangsungkan upacara Pebasmian yang dipimpin oleh Ida Pedanda Istri Ngurah Griya Gede Kutri dan Ida Pedanda Oka Singarsa Griya Babakan Cau. Acara ini diiringi oleh Gong Pategak dari Br Tembau Kelod dan Slonding dari Sang Oman.
Pukul 15.00 WITA, dilakukan upacara Pengiriman yang dipimpin oleh Ida Pedanda Istri Ngurah Griya Gede Kutri dan diikuti oleh Krama Adat Saba. Prosesi ini diiringi oleh Gong Pategak, Gambang/Slonding, dan Topeng, yang dipersembahkan oleh Paguyuban Seniman Denpasar. Dan pada pukul 16.00 WITA, bertempat di Segara Padanggalak, dilakukan upacara nganyud yang dipimpin oleh Jro Mangku Pura Banjar Saba.
Ni Jero Samiarsa dikenal sebagai sosok wanita tangguh sejak kecil. Ia tidak pernah membebani anak-anaknya meskipun memiliki sembilan orang anak. Dengan menjadi serati banten, ia berhasil menghidupi keluarganya. Bahkan setelah kematian suaminya, Gusti Ngurah Gde Sutedja tahun 1986, ia tetap kuat dan mandiri.
Dalam kondisi sakit, almarhumah tidak pernah mengeluh. Ia selalu berkata bahwa dirinya sehat, bahkan saat sedang sakit. Menurut IGN Jaya Negara, sang putra, ibunya sangat bangga karena tidak pernah membebani anak-anaknya. Tabungan untuk prosesi ini sudah disiapkan jauh-jauh hari.
Anak-anaknya pun sukses dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah IGN Jaya Negara yang menjadi Wali Kota Denpasar, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menjadi menteri, dan I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya menjadi anggota DPRD Provinsi Bali.
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, politisi, pejabat, OPD, organisasi, hingga DPP PDI Perjuangan. Mereka menyampaikan rasa duka melalui karangan bunga dan kunjungan langsung ke kediaman keluarga.
Ratusan karangan bunga ucapan duka cita memenuhi kawasan Jero Gede Penatih, di Banjar Saba, Penatih, Denpasar. Bahkan, karangan bunga dipajang hingga ke jalan Padma Denpasar.
Ni Jero Samiarsa telah divonis mengalami gangguan jantung sejak tiga tahun lalu. Meski begitu, ia terus berusaha untuk tetap kuat dan sehat di depan anak-anaknya. Belakangan, ia juga menderita komplikasi gula dan infeksi yang menyebar ke paru-paru, sehingga mengganggu pernapasan.