Ekonom: Tekanan Inflasi Akibat Tekanan Dalam dan Luar Negeri

Penyebab Inflasi di Kota Malang dan Upaya Pengendaliannya
Inflasi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan dampak dari berbagai faktor ekonomi, baik itu dari dalam maupun luar negeri. Dalam konteks domestik, kondisi cuaca yang tidak menentu serta masalah pasokan komoditas pangan menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga. Di sisi lain, situasi geopolitik juga turut memengaruhi pergerakan harga emas, yang berdampak pada inflasi secara keseluruhan.
Menurut Joko Budi Santoso, ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, inflasi yang terjadi sebagian besar dipengaruhi oleh fluktuasi harga input produksi di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Kenaikan harga pakan ternak, pupuk non-subsidi, bibit, dan obat-obatan dapat meningkatkan biaya produksi, sehingga akhirnya berdampak pada kenaikan harga komoditas pangan.
Salah satu langkah yang dianjurkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku dari pabrikan besar adalah dengan mendorong program pilot project smart integrated farming. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi ketergantungan pada bahan-bahan kimia yang mahal.
Inflasi di Kota Probolinggo dan Kota Malang
Pada Juli 2025, inflasi di Kota Probolinggo mencapai 0,22% (month to month), dengan cabai rawit menjadi salah satu pemicu utamanya. Sementara itu, inflasi IHK di Kota Malang lebih rendah, yaitu sebesar 0,12% (MtM), dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 0,38% (MtM). Dengan capaian tersebut, inflasi tahunan di Kota Malang mencapai 2,24% (year on year).
Beberapa komoditas yang menyumbang inflasi di Kota Malang antara lain tomat, beras, bawang merah, sekolah dasar, dan bensin. Kenaikan harga tomat dan bawang merah disebabkan oleh keterbatasan stok di tingkat pedagang, yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak ideal. Sementara itu, kenaikan harga beras terjadi karena penurunan pasokan dari produsen, seiring dengan meningkatnya harga gabah.
Penyebab Kenaikan Harga Sekolah Dasar dan BBM
Kenaikan harga layanan pendidikan di tingkat sekolah dasar dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasional yang terjadi saat pergantian tahun ajaran baru. Hal ini membuat lembaga pendidikan menyesuaikan tarif atau biaya pendidikan. Sementara itu, kenaikan harga bensin terjadi karena adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Dexlite, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex dalam kisaran 3-5% selama Juli 2025.
Peran TPID dalam Menghadapi Inflasi
TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) diharapkan dapat lebih aktif dalam mengembangkan inovasi pengelolaan produksi. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mempercepat implementasi smart integrated farming, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku dari pabrik besar. Dengan demikian, biaya produksi bisa lebih terkendali, sehingga harga komoditas pangan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
Selain itu, penting bagi pemerintah daerah untuk terus memantau kondisi pasokan dan permintaan di pasar, terutama untuk komoditas yang rentan terhadap fluktuasi harga. Dengan langkah-langkah yang tepat, inflasi dapat dikendalikan agar tidak memberikan dampak negatif terhadap kesejahteraan masyarakat.